Energipos.com/Migas/Bisnis

shadow

Infrastruktur Belum Siap, Gas Terpaksa di Ekspor

energipos, Jakarta-Masa suram bisnis gas bumi Indonesia. Disaat pasar dunia lesu, pasar domestik belum bisa menyerap dengan baik lantaran infrastruktur masih berantakan. Namun pemerintah tampak memilih tetap menjual ke pasar ekspor. Berdasarkan data SKK Migas, tahun ini masih ada 12, kargo LNG yang belum bisa terjual. Sedang tahun depan diperkirakan ada 42 karga yang belum juga mendapatkan pembeli. "Pasar sedang tidak bagus," ujar Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas. Amien yang mengungkapkan hal itu saat mendampingi Menteri ESDM Raker dengan Komisi VII DPR dua hari lalu. Menurut dia penumpukan stok LNG disebabkan berakhirnya beberapa kontrak jual beli dengan para konsumen di luar negeri. Menjadi dilematis, karena pasar yang ada tinggal pasar spot. Amien mengakui selama ini menghindari pasar spot ini, lantaran harganya cenderung rendah dan sangat ditentukan oleh pembeli. Menteri ESDM Sudirman Said mengakui pasar domestik masih sangat rendah serapannya. "Konsumen domestik terbesar hanya untuk pembangkit listrik dan pabrik pupuk," ujar Sudirman. Harganya juga belum ada standar bergantung kontrak jual-beli.(mt)

Baca Juga