Energipos.com/Migas/Bisnis

shadow

Lelang Pipa Transmisi Gas Bumi Terganjal Pasokan Gas

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Beberapa pipa transmisi gas bumi sampai saat ini belum bisa dilelang. Salah satu kendalanya adalah pasokan gas yang akan mengalir ketika pipa beroperasi nanti. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan dari 18 rencana proyek pipa transmisi, hanya dua yang sudah berjalan. Dua proyek itu adalah pipa transmisi Duri-Dumai di Riau sepanjang 67 km, dan pipa transmisi Grissik-Palembang di Sumatera Selatan sepanjang 176 km. Sementara 16 proyek lainnya masih belum berjalan. Di luar dua proyek itu sampai saat ini masih ada belum bisa dilelang atau mangkrak. Padahal, 18 proyek pipa transmisi itu berpeluang menambah investasi hingga Rp 103 triliun. “Baru bisa dilelang kalau pasokannya sudah ada," kata Fanshurullah dalam keterangan tertulisnya kepada energipos, di Jakarta, Selasa (13/2). Namun, menurut Fanshurullah, alokasi gas sepenuhnya kewenangan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM. Sehingga BPH Migas tidak memiliki andil untuk menentukan pasokan. Selain pasokan, masalah lainnya adalah permintaan gas di lokasi pipa berada kurang memadai. Kendala ini lah yang saat ini akan diselesaikan BPH Migas berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Kendala itu juga yang membuat proyek pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) II mangkrak selama 11 tahun. Meski sudah dimenangkan PT Bakrie & Brothers Tbk, proyek belum bisa jalan karena tidak ada pasokan gas. Namun, ada juga proyek pipa yang sudah ada beberapa peminat, tapi belum bisa dilelang. Salah satu contohnya adalah Pusri-Tanjung Api-Api sepanjang 70 km yang telah diajukan oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Sumatera Selatan. Ada juga proyek Tanjung Api-Api- Muntok Bangka Belitung sepanjang 43 km. Proyek ini diajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari Sumatera Selatan. Kedua perusahaan tersebut kini masih mengerjakan studi kelayakan untuk menilai kelayakan proyek tersebut. Setelah mereka selesai mengerjakan studi kelayakan, proses lelang dimulai. BPH Migas menargetkan akan melelang proyek pipa seluruhnya tahun ini. "Kami menunggu dari Menteri ESDM karena mesti ada kepastian pasokan gasnya dulu," ujar dia. Sementara, Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo meminta BPH Migas dan BPH Migas tegas untuk menyikapi proyek pipa yang mangkrak, salah satunya proyek Kalija II. Ini untuk memberikan kepastian hukum. Harry juga meminta pemerintah ke depan tidak lengah dalam melelang ruas pipa gas. Sebab harus memperhatikan berbagai aspek agar proyek masuk keekonomiannya, salah satunya terkait pasokan gas untuk pipa tersebut. "Jangan gunting pita, groundbreaking lalu selesai," kata dia. (BH)

Baca Juga