Energipos.com/Migas/Bisnis

shadow

Agustus RFCC Cilacap Beroperasi, Impor BBM Pertamina Berkurang

ENERGIPOS.COM, JAKARTA--Proyek Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) kilang Cilacap dijadwalkan mulai beroperasi Agustus 2015. Proyek ini akan bisa mengurangi beban impor BBM Pertamina.

Sebab saat beroperasi penuh pada bulan Oktober 2015 akan menghasilkan 2 juta kilo liter gasoline/tahun. Saat ini Pertamina telah memulai persiapan pengoperasian proyek tersebut.

"Saat ini sedang merampungkan tahap mechanical comprehension, atau pengecekan mesin di setiap unitnya," ujar Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi di Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Menurut Rahmat jika setiap unit sudah berjalan dengan baik, akan mulai digabungkan untuk pengoperasian pada minggu ketiga Agustus 2015. Namun baru akan beroperasi secara penuh pada Oktober 2015.

Setelah RFCC rampung, akan ada tambahan kapasitas produksi 62.000 barel per hari. Rinciannya, produksi propilena  5.177barrel per stream day (bpsd), LPG 11.625 bpsd, C5 + gasoline37.586 bph, dan LCO + DCO 12.851 bpsd.

Senada dengan Rahmad, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan impor bensin juga akan berkurang menyusul dioperasikannya proyek RFCC ini. Sebab fasilitas ini menghasilkan BBM yang selama ini sebagian di impor.

Sepertidiketahui, berdasarkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2015, impor BBM perseroan mencapai 136,075 juta barel sepanjang tahun ini. Rinciannya, impor Pertamax RON 92 sebesar 8,027 juta barel dan Premium RON 88 sebesar 128,048 juta barel.

RFCC merupakan proyek peningkatan kapasitas Kilang Cilacap yang saat ini berkapasitas 350.000 barel per hari (bph) . Sebanyak 45% produksi merupakan Premium atau sekitar 160.000 bph.

Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas pencampuran kilang RON 92 sekaligus mengurangi impor HOMC (high octane mogas component). RFCC juga untuk meningkatkan produksi LPG dan propilena.

Proyek RFCC dimulai pada akhir 2011 dengan investasi US$850 juta atau sekitar Rp9 triliun-Rp10 triliun. Proyek tersebut dilaksanakan konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan Goldstar Co. Ltd. Korea Selatan.(mt)

Baca Juga