Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

Gross Split Menjadikan Industri Hulu Migas Lebih Efektif dan  Efisien

ENERGIPOS.COM-JAKARTA-skema kontrak bagi hasil gross split memiliki 3 prinsip dasar penting yaitu kepastian, sederhana dan efisien. Prinsip ini akan mendorong perbaikan bisnis hulu migas di Indonesia kedepan yang lebih efektif dan efisien. Demikian dijelaskan Wamen ESDM, Arcandra Tahar, pada acara  yang diselenggarakan oleh  Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), di Jakarta, Kamis (23/11). "Pertama, kepastian (certainty), yaitu parameter pemberian insentif yang jelas dan terukur sesuai dengan karakter atau ltingkat kesulitan pengembangan lapangan" jelas Arcandra seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM. Kedua, sederhana (simplicity), yaitu mendorong bisnis proses Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan SKK Migas lebih sederhana dan akuntabel. Dengan begitu, sistem pengadaan (procurement) tidak terlalu birokratis. Selanjutnya adalah efisien (efficiency), yaitu bisa menghadapi gejolak harga minyak dunia dari waktu ke waktu. "Tiga spirit gross split ini akan membawa industri migas lebih efektif dan efisien" ujar Arcandra. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum IAFMI Rudianto Rimbono menyatakan mekanisme gross split dapat membawa dampak baik industri penunjang migas terutama dari peluang atas penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri. (Bh)

Baca Juga