Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

BBM Satu Harga Sudah Titik Ke-31

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Program BBM satu harga sudah capai titik ke-31. Kali ini titik tersebut berada di SPBU Kompak di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama BPH Migas dan PT Pertamina (Persero), hari Jumat (24/11), meresmikan lembaga penyalur program BBM Satu Harga sepanjang 2017. Distrik Sausapor, berjarak sekitar 150 kilo meter arah utara dari Sorong, Kota terdekat dengan Tambrauw. Untuk menjangkau Distrik Sausapor, perjalanan ditempuh melalui jalur darat selama 4 jam dari Kota Sorong. Perjalanan dengan medan yang berat serta melalui hutan dan bukit yang curam. Kondisi jalan pun sebagian besar tidak beraspal. Sebelum adanya SPBU Kompak ini, warga Distrik Sausapor membeli BBM dari pengecer dengan harga berkisar Rp.15.000 hingga Rp.20.000 per liter. Dengan adanya SPBU Kompak di Distrik Sausapor, kini masyarakat Tambrauw dapat memperoleh BBM dengan harga Rp.5.150 untuk Solar dan Rp. 6.450 untuk Premium, sama seperti harga di Pulau Jawa. Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa memuji sinergi Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina dalam merealisasikan lembaga penyalur BBM Satu Harga. "Alhamdulillah, kita sampai hari ini sudah 31 lembaga penyalur yang telah diresmikan. 29 oleh Pertamina dan 2 oleh badan usaha swasta, ini luar biasa perhatian Pemerintah," kata Fanshurullah. Lebih lanjut Fanshurullah mengatakan bahwa setelah berdirinya SPBU Kompak BBM satu harga di Tambrauw, pemerintah daerah harus memastikan operasionalnya berjalan dengan baik dan penjualannya juga betul-betul untuk masyarakat kecil. "Kami meminta Wakil Bupati untuk menjaga ini, pengendalian distribusi dan penjualan harus diperhatikan, jangan sampai ada yang datang jauh-jauh dari desa ke sini, BBMnya habis, kasian. Tolong ini diawasi," ujarnya. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adithyawarman menyebutkan bahwa terwujudnya BBM Satu Harga di wilayah pelosok Papua Barat adalah hasil sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, BPH Migas dengan Pemerintah Daerah bersama Pertamina dalam mendukung program Nawacita di sektor energi. "Ini adalah bentuk dari sinergi, Pemerintah Pusat, dari Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina, juga dari Pemerintah daerah beserta lembaga penyalur. Tanpa sinergi yang baik ini, program BBM Satu Harga tidak akan terwujud," ujar Adithyawarman. "Ini adalah wujud nyata niat baik Pemerintah pusat untuk benar-benar apa yang menjadi program Nawacita bisa terwujud di bumi Papua dan seluruh Indonesia," tambahnya. Wakil Bupati Tambrauw, Mesakh Matusala menyambut baik adanya program BBM satu harga di wilayahnya. Ia berharap BBM satu harga di Tambrauw dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. "Saya harap ini mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat serta manfaat lain bagi warga masyarakat di sini," ujarnya. SPBU Kompak di Distrik Sausapor memiliki kapasitas tangki Premium dan Solar masing-masing sebesar 10 kilo liter. Pasokan BBM untuk SPBU Kompak ini disuplai dari Terminal BBM Sorong. Sesuai roadmap BBM Satu Harga, pada tahun 2017 akan didirikan 59 lembaga penyalur, dengan rincian 54 penyalur Pertamina dan 5 penyalur swasta, yaitu PT AKR. (BH)

Baca Juga