Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

Kontrak Blok Sengkang Diperpanjang

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memperpanjang pengelolaan Blok Sengkang oleh operator eksisting, yakni Energy Equity Epic (Sengkang) Pty Ltd. Dengan begitu, kontrak yang berakhir tahun 2022 tersebut akan diperpanjang hingga tahun 2042. Menurut Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, perpanjangan itu diberikan setelah operator eksisting mengajukan proposalnya dan tidak ada kontraktor lain yang mengajukan proposal untuk pengelolaan blok tersebut. Berdasarkan proposal untuk perpanjangan kontrak Blok Sengkang itu, negara akan mendapatkan signature bonus sebesar US$ 10 juta dan investasi dalam bentuk Komitmen Kerja Pasti US$ 60 juta. “Perpanjangan kontrak diberikan pemerintah selama 20 tahun setelah masa kontrak berakhir tahun 2022 mendatang,” ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, seperti dikutip dari laman ESDM, Senin (2/9). Sebenarnya, jelas Arcandra, tahun 2022 mendatang terdapat empat blok yang akan habis masa kontraknya (terminasi). Keempat blok tersebut yakni, Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), Sengkang, Tarakan, serta Tungkal. Empat blok yang terminasi tahun 2022, satu yang clear yakni, Energy Equity Epic (Sengkang) di Blok Sengkang. Itu diberikan ke Sengkang, operator lama atau eksisting dengan KKP (Komitmen Kerja Pasti) sebesar US$ 60 juta dan signature bonus US$ 10 juta. Blok Sengkang memiliki wilayah kerja seluas 2,925.23 km dengan masa kontrak sampai dengan 24 Oktober 2022. Blok migas tersebut mempunyai cadangan gas terbukti sebesar 800 BCF (billion cubic feet) dan memiliki sumberdaya 2 TCF (trillion cubic feet). Produksi gas rata rata Blok Sengkang periode bulan Januari hingga Juli 2018 sekitar 32 mmscfd (million cubic feet). Sebagai gambaran, 1 mmscfd gas dapat menjadi bahan bakar untuk 4 MW pembangkit listrik. Jadi 32 mmscfd dapat dianalogikan setara dengan 128 megawattt (MW) pembangkit listrik. (bh, foto kesdm)

Baca Juga