Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

Realisasi Kegiatan Eksplorasi Masih Rendah

ENERGIPOS,COM, JAKARTA-Hingga Juni lalu, SKK Migas melaporkan rendahnya realisasi kegiatan eksplorasi migas atau hanya 17% dari rencana 157 sumur. Eksplorasi merupakan kegiatan sangat penting dalam industri migas sebab melalui eksplorasi sebuah perusahaan dapat menemukan sumur sumur baru sehingga dapat memperpanjang operasi produksinya.      Dalam industri migas, dikenal prinsip "rate of generation shall be more or equal to the rate of extraction".    Atau dalam bahasa sederhana, kalau diproduksikan 1 barel minyak maka harus ditemukan sekurang-kurangnya 1 barel.  Menurut data SKK Migas, hingga Juni 2015, realisasi eksplorasi kurang menggembirakan. Dari rencana survei seismik sebanyak 46 kegiatan, terealisasi 12 kegiatan atau 26 persen. Sementara untuk program pengeboran eksplorasi dari rencana 157 sumur baru terealisasi 26 sumur atau 17 persen. Tentu saja kondisi ini menjadi warning buat SKK Migas dan pemerintah. Kondisi ini perlu dipastikan penyebab utamanya. Apakah karena kondisi harga minyak dunia yang rendah atau sebab- sebab yang bersifat internal dari pemerintah. Menurut Kepala SKK Migas, kendala  terbesar  masih soal   perizinan dan pembebasan lahan (ab).

Baca Juga