Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

Pertamina Prediksi Lampaui Kuota, Pemerintah Jaga Ketat Konsumsi BBM

“Ini pasti dijalankan, kalau tidak dijalankan dan volumenya besar siapa yang bertanggung jawab,” kata Edy Hermantoro, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, di Jakarta, kemarin. Menurut Edy, apabila volume BBM bersubsidi tahun ini melebihi kuota kemudian berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan diputuskan tidak membayar kelebihan volume maka negara yang akan mengalami kerugian. “Namun kami yakin pemangkasan dari 48 juta kl menjadi 46 juta kl akan dimanfaatkan dengan baik,” kata Edy. Namun, Hanung Budya, Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina (persero) mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi akan melebihi kuota dari target yang ditetapkan. Sebab terjadi kecenderungan konsumsi. Premium, misalnya, tahun ini naik sebesar 3,2% dibandingkan tahun lalu. “Kuota 46 juta kl itu kurang, pasti lebih karena pasti ada pertumbuhan. Prognosa kalau kita tidak melakukan apa-apa 47,261 juta kl,” tandasnya. Berdasarkan data, Pertamina memproyeksikan konsumsi premium tahun ini mencapai 30,21 juta kl. Realisasi penggunaan premium tahun lalu sebanyak 29,26 juta kl, solar 15,88 juta kl, dan minyak tanah 1,11 juta kl. Hingga Mei 2014, konsumsi premium mencapai 12,04 juta kl, minyak tanah 395,8 ribu kl, dan solar 6,54 juta kl. Artinya, total konsumsi BBM bersubsidi hingga Mei mencapai 18,98 juta kl. Lebiih lanjut Hanung menuturkan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan menekan konsumsi BBM. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun lalu yang mampu menekan jumlah konsumsi. “Kenaikan harga pada Juni tahun lalu mampu mengurangi pertumbuhan volume BBM. 2011-2012 premium tumbuh 10,7 %, kenaikan harga 22 Juni 2013 mampu menurunkan 3,6 %,” ujarnya. Dia juga menekankan, kenaikan harga sangat efektif untuk mengatasi lonjakan konsumsi BBM bersubsidi. “Harga sangat variabel dan menentukan pertumbuhan konsumsi BBM subsidi khususnya premium. Jadi, kenaikan harga Rp 2.000 mendorong masyarakat untuk menghemat,” kata dia.(bob)

Baca Juga