Energipos.com/Migas/Kebijakan

shadow

Tanpa Kenaikan Harga, Kuota BBM 46 Juta KL Masih Bisa Jebol

Menurut dia, saat ini konsumsi BBM masih didominasi BBM bersubsidi. Pasalnya perbedaan harga antara BBM bersubsidi dengan non-subsidi masih cukup jauh. Saat ini, harga premium sebesar Rp6.500 per liter, solar Rp5.500 per liter, sedangkan untuk BBM non-subsidi jenis pertamax dan Pertamina DEX di atas Rp10.000. Kenaikan volume BBM subsidi pada 2013 tak bisa menjamin mengatasi lonjakan tajam konsumsi masyarakat. Oleh sebab itu Pri Agung mengatakan perlu Strategi selanjutnya agar BBM subsidi tidak melampaui target, yakni pemerintah harus lebih efektif dalam pengawasan dan penyelundupan BBM subsidi. “Jebolnya, kuota BBM subsidi juga disebabkan praktik penyelundupan, terutama BBM subsidi jenis solar,” pungkas dia. Sebelumnya, pemerintah menetapkan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maksimal sebesar 46 juta kl sampai akhir tahun 2014.(ris)

Baca Juga