Energipos.com/Migas/Korporasi

shadow

Pertamina Catat Laba US$1,99 Miliar

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba US$ 1,99 miliar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan selama 9 bulan di tahun 2017 sementara pendapatan naik 18 persen, dari US$ 26,62 miliar menjadi US$ 31,38 miliar. Demikian dikutip dari siaran pers PT Pertamina, Rabu (2/11). "Pertamina masih tetap bisa mencatatkan laba, ditengah penugasan dalam penyediaan BBM bagi masyarakat di seluruh Indonesia, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Pertamina juga secara maksimal melakukan langkah-langkah penghematan dari pengadaan di sektor hulu dan hilir tanpa mengganggu operasional dan tidak mengurangi kualitas,” ujar Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik. Menurut Massa, apabila mengacu pada formula penghitungan harga BBM, kinerja keuangan Pertamina lebih baik, dimana pendapatan bisa mencapai US$ 32,8 miliar dan nett income US$ 3,05 miliar. Namun demikian, Massa menekankan bahwa selisih pendapatan tersebut telah dikembalikan sebagai kontribusi Pertamina kepada masyarakat, untuk menutup selisih harga jual BBM sebesar US$ 1,42 miliar (sekitar Rp 19 triliun), belum termasuk kontribusi dalam bentuk PPN dan PBBKB. Sesungguhnya nilai tersebut sangat dibutukan Pertamina untuk investasi di sektor hulu, kilang dan proyek-proyek strategis lainya. Kinerja positif juga disokong oleh produksi minyak sepanjang Januari-September 2017 mencapai 342 ribu barel per hari (MBOPD) atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama 2016 sebesar 309 MBOPD. Sedangkan, produksi gas tumbuh 4 persen dari 1.953 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada periode Januari-September 2016 , menjadi 2.030 MMSCFD pada periode yang sama 2017. Sehingga total produksi minyak dan gas mengalami kenaikan 7 persen, dari 646 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) menjadi 693 MBOEPD.   Sementara itu, kinerja panas bumi mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni 31 persen dari 2.233 Giga Watt Hour (GWh) pada sembilan bulan pertama 2016 menjadi 2.932 pada periode sama tahun 2017. “Peningkatan produksi geothermal Pertamina menunjukkan komitmen tinggi perusahaan terhadap pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dari panas bumi dengan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tanaga panas Bumi yang saat ini mencapai 587 MW,” ungkap Massa. (bh, foto Pertamina)

Baca Juga